Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Orang Bali Tidak Menjadi Penonton.

Orang Bali Tidak Menjadi Penonton. Kalo denger pendapat yang bilang orang Bali cuma jadi penonton di tanahnya sendiri  atau aturan adat itu bikin susah maju, saya mau kasih tanggapan ya? Jgn langsung percaya mentah2, karena kenyataannya nggak sesederhana itu. Pertama, anggapan bahwa orang Bali semuanya cuma diam dan nggak berkembang itu salah besar. Buktinya banyak banget warga lokal yang sukses membangun usahanya sendiri. Contoh jelasnya ada Anak Agung Gde Agung, Raja Gianyar terakhir yang nggak cuma jaga adat, tapi juga jeli lihat peluang. Beliau sukses bangun bisnis pariwisata dan perhotelan, bahkan mendirikan Hotel Bali Beach di Sanur yang sampai sekarang jadi salah satu ikon akomodasi di Bali. Jadi nggak benar kalau dikira orang Bali cuma diam lihat orang lain maju.   Memang bener jumlah pendatang ke Bali makin banyak setiap tahunnya, tapi itu bukan berarti merugikan. Justru kehadiran mereka ikut menggerakkan roda perekonomian dan membuka lapangan kerja baru. Sekarang ban...

Serba Salah Menjadi Orang Bali.

Serba Salah Menjadi Orang Bali. Kadang kalau dipikir-pikir, situasinya ini bikin geleng-geleng kepala, ya. Beneran lucu tapi sekaligus bikin kesel juga. Begini ceritanya: ada beberapa tradisi khas Bali yang aslinya milik masyarakat Hindu, tiba-tiba dipakai atau dijiplak mentah-mentah oleh gereja-gereja yang ada di Bali. Tapi anehnya, bukannya yang menjiplak atau mengambil itu yang disalahkan, malah orang-orang Hindu Bali yang kena tuduhan. Kok bisa gitu?   Coba bayangkan saja perasaannya. Ini persis kayak ada emas simpanan kamu yang dicuri sama perampok, tapi pas ketahuan, yang disalahkan bukan pencurinya, tapi kamu sendiri. Dibilang “kecolongan”, “nggak bisa jaga barang”, atau malah dikasih alasan yang nggak masuk akal. Pasti rasanya campur aduk: sedih, kesal, dan merasa nggak adil banget, kan? Nah itulah yang dirasain warga Bali sekarang.   Jadi rasanya jadi orang Bali itu serba salah aja. Kalau tradisi dan adatnya dipakai pihak lain, kita dibilang kecolongan, nggak mampu me...

Menang Secara Batin

Menang Secara Batin  Sekarang rasanya hidup aku udah jauh lebih adem dan nggak ribet deh. Dulu tuh, kalau ada hal yang beda sama pandanganku, langsung pengen dibahas, diperdebatkan, bahkan kadang sampai berdebat keras nggak ada habisnya. Tapi sekarang? Semua itu udah nggak ada lagi. Aku udah nggak doyan debat-debat nggak jelas kayak zaman dulu. Kalau lihat orang-orang yang memilih jadi vegetarian karena mau menjalankan konsep Ahimsa, nggak menyakiti makhluk hidup, aku cuma lihat biasa aja. Nggak ada rasa ingin memuji berlebihan, nggak ada juga rasa penasaran atau pengen tanya-tanya ini itu. Menurutku itu jalan yang mereka pilih, ya biarin aja. Terus pas lihat ada masyarakat yang melakukan persembahan adat atau ibadah yang memakai daging dan darah hewan, aku juga nggak kaget, nggak terkejut, apalagi nggak merasa jijik atau salah. Dulu sih beda banget, kalau lihat hal begini aku langsung pengen mempersoalkan, bertanya, bahkan sampai membantah kenapa harus begini. Sekarang? Nggak ada ...

Jika nasib sudah ditentukan oleh karma, untuk apa kita berdoa dan sembahyang?

Jika nasib sudah ditentukan oleh karma, untuk apa kita berdoa dan sembahyang?   Pertanyaan ini sering muncul dan menjadi salah satu pemahaman yang paling sering disalahartikan dalam ajaran Hindu. Banyak orang berpikir: jika segala sesuatu yang kita alami—baik itu rezeki, penyakit, kebahagiaan maupun kesusahan—adalah hasil dari perbuatan masa lalu yang sudah tertulis dan pasti terjadi, lalu apa gunanya kita bersembahyang, berdoa, atau berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan? Apakah semua itu sia-sia, hanya sekadar upacara, atau usaha yang tidak mengubah apa pun? Jawabannya terletak pada pemahaman mendalam tentang hukum karma dan makna sejati doa, yang dijelaskan sangat rinci dan jelas dalam kitab suci Weda, Bhagavad Gita, Manawa Dharmasastra, serta lontar-lontar warisan leluhur Bali seperti Lontar Tatwa Dharma dan Lontar Kamadhatu.   Pertama, kita harus meluruskan pengertian karma itu sendiri. Dalam ajaran Hindu, karma bukanlah takdir mati yang tidak bisa diubah, melainkan hukum...