Serba Salah Menjadi Orang Bali.
Serba Salah Menjadi Orang Bali.
Kadang kalau dipikir-pikir, situasinya ini bikin geleng-geleng kepala, ya. Beneran lucu tapi sekaligus bikin kesel juga. Begini ceritanya: ada beberapa tradisi khas Bali yang aslinya milik masyarakat Hindu, tiba-tiba dipakai atau dijiplak mentah-mentah oleh gereja-gereja yang ada di Bali. Tapi anehnya, bukannya yang menjiplak atau mengambil itu yang disalahkan, malah orang-orang Hindu Bali yang kena tuduhan. Kok bisa gitu?
Coba bayangkan saja perasaannya. Ini persis kayak ada emas simpanan kamu yang dicuri sama perampok, tapi pas ketahuan, yang disalahkan bukan pencurinya, tapi kamu sendiri. Dibilang “kecolongan”, “nggak bisa jaga barang”, atau malah dikasih alasan yang nggak masuk akal. Pasti rasanya campur aduk: sedih, kesal, dan merasa nggak adil banget, kan? Nah itulah yang dirasain warga Bali sekarang.
Jadi rasanya jadi orang Bali itu serba salah aja. Kalau tradisi dan adatnya dipakai pihak lain, kita dibilang kecolongan, nggak mampu melindungi warisan leluhur. Giliran kita sendiri memposting atau memperkenalkan Yadnya, upacara, dan nilai-nilai budaya kita, malah dituduh sedang melakukan “balinisasi” seolah-olah itu hal yang salah.
Belum lagi tuduhan lain yang sering dilontarkan: kalau ada orang Hindu Bali yang pindah agama Kristen, selalu dikaitkan dengan alasan “adat Bali itu ribet, ruwet, banyak aturan, dan mahal”. Padahal kalau benar adat itu dianggap terlalu rumit dan nggak praktis, kenapa tiba-tiba tradisi, simbol, dan tata cara yang sama itu malah diambil dan dipakai di dalam kegiatan gereja? Kok yang dibilang ribet itu tiba-tiba jadi cocok dan enak dipakai?
Ini beneran hal yang menggelikan sekaligus menyakitkan. Masyarakat Hindu Bali merasa jadi korban pencurian budaya, tapi posisinya selalu dibalik. Yang asli dijaga turun-temurun dibilang salah, yang mengambil seenaknya malah dibiarkan atau bahkan dibenarkan. Semoga lambat laun orang bisa melihat fakta yang sebenarnya: budaya Bali itu milik anak cucu Bali, dan yang berhak mengembangkannya dengan cara yang benar adalah pemilik aslinya sendiri.
Komentar