Menang Secara Batin
Menang Secara Batin
Sekarang rasanya hidup aku udah jauh lebih adem dan nggak ribet deh. Dulu tuh, kalau ada hal yang beda sama pandanganku, langsung pengen dibahas, diperdebatkan, bahkan kadang sampai berdebat keras nggak ada habisnya. Tapi sekarang? Semua itu udah nggak ada lagi. Aku udah nggak doyan debat-debat nggak jelas kayak zaman dulu.
Kalau lihat orang-orang yang memilih jadi vegetarian karena mau menjalankan konsep Ahimsa, nggak menyakiti makhluk hidup, aku cuma lihat biasa aja. Nggak ada rasa ingin memuji berlebihan, nggak ada juga rasa penasaran atau pengen tanya-tanya ini itu. Menurutku itu jalan yang mereka pilih, ya biarin aja.
Terus pas lihat ada masyarakat yang melakukan persembahan adat atau ibadah yang memakai daging dan darah hewan, aku juga nggak kaget, nggak terkejut, apalagi nggak merasa jijik atau salah. Dulu sih beda banget, kalau lihat hal begini aku langsung pengen mempersoalkan, bertanya, bahkan sampai membantah kenapa harus begini. Sekarang? Nggak ada lagi energi buat hal itu.
Entah itu yang memilih jalan vegetarian, atau yang melakukan persembahan dengan cara mengorbankan hewan, semuanya terasa wajar di mataku. Aku nggak lagi memandang mana yang paling benar atau mana yang paling salah secara sepihak. Soalnya aku sadar, setiap orang punya latar belakang, keyakinan, dan pemahaman masing-masing yang nggak bisa disamakan satu sama lain.
Aku merasa sudah sampai tahap di mana aku sudah menang secara batin dan rohani. Pemenang itu bukan berarti paling pintar debat atau paling banyak membuktikan pendapat sendiri, tapi justru saat hati sudah tenang, bisa menerima perbedaan, dan nggak lagi merasa perlu mengubah cara pandang orang lain. Hidupku sekarang lebih fokus menjaga jalan sendiri, bukan sibuk menilai atau memperdebatkan jalan orang lain.
Komentar