Pelaku Harus Dihukum Berat.

Pelaku Harus Dihukum Berat.

Kasus pembunuhan seorang pria yang diduga mencuri ayam di Tabanan kembali mengingatkan kita pada satu hal yang mendasar: tidak ada alasan yang bisa membenarkan pengambilan nyawa orang lain, sekecil apa pun kesalahan yang dilakukannya. Saya tidak sedang membela perbuatan mencuri,. Namun nyawa adalah hak mutlak Tuhan, dan tangan manusia tidak berhak mengakhirinya secara sepihak, apalagi dengan kekerasan yang mematikan.
 
Jika ada yang melakukan kesalahan atau pelanggaran, jalan yang benar adalah menyerahkannya kepada pihak berwajib. Kita tidak boleh mengambil alih peran hukum sendiri, apalagi sampai merenggut nyawa sesama manusia. Membunuh pelaku kejahatan tidak akan memperbaiki keadaan, justru menambah derita baru: satu kesalahan disambut dengan kejahatan yang jauh lebih besar.
 
Oleh karena itu, pelaku pembunuhan ini mutlak harus diusut dan dijatuhi hukuman yang berat sesuai undang-undang yang berlaku. Bukan karena kita membenarkan pencurian ayam, melainkan untuk menegaskan bahwa setiap nyawa berharga, kekerasan tak boleh dibalas dengan kekerasan yang lebih dahsyat, dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu agar tidak ada lagi orang yang merasa berhak menjadi hakim dan algojo sekaligus. Keadilan harus ditegakkan lewat jalur yang benar, bukan lewat amarah yang melampaui batas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Dosa Sudah Ditebus, Mengapa Masih Ada Karma Wasana di Kehidupan Sekarang?

Mengapa Rejeki Tak Sesuai Harapan?

Jika Tuhan Maha Pengampun, Mengapa Orang Berbuat Buruk Tetap Dihukum?