Printilan Banten Gak Harus Mahal & Ribet

Printilan Banten Gak Harus Mahal & Ribet

Menanggapi pernyataan iqgorila78 bahwa kalau banten itu mahalnya bukan di isinya, tapi di printilannya yang katanya mahal, susah dicari, dan hampir semua harus dibawa dari luar Bali. Terus dia bingung: sebenernya tulus sih tulus, tapi kalau bahannya nggak ada gimana? Kalau uang nggak ada gimana? Terus sempat kepikiran juga, apa boleh pakai kelapa bekas asalkan nggak ketahuan?
 
Eits, tunggu dulu. Sering banget kita salah sangka, mikir bikin persembahan itu pasti ribet, mahal, dan susah nyarinya. Padahal faktanya? Printilan itu sebenernya simpel banget, nggak mahal, dan bahannya ada di mana-mana di sekitar kita. Nggak semua harus didatangkan dari jauh atau luar pulau. Kebanyakan itu sebenernya karunia alam yang tumbuh subur banget di tanah kita sendiri.
 
Contohnya gampang banget: bunga-bunga segar, daun-daunan, kelapa, atau air. Semua itu gampang didapat, entah di halaman rumah, kebun belakang, atau lingkungan sekitar. Nggak perlu barang mewah atau barang langka yang harus dibeli jauh-jauh. Yang paling penting itu bukan mahal atau nggaknya barangnya, tapi seberapa tulus dan hormat hati kita pas nyusun dan ngasihnya.
 
Inget ya: niat tulus itu bukan berarti boleh sembarangan, apalagi sampai bohong atau sembunyi-sembunyi. Kalau lagi susah atau terbatas, pasti ada jalan keluar yang jujur dan pantas, nggak perlu sampai menyembunyikan apa-apa. Daripada pakai kelapa bekas terus diam-diam biar nggak ketahuan, mending pakai apa yang ada seadanya dengan jujur dan hati yang terbuka. Itu jauh lebih mulia dan diterima.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Dosa Sudah Ditebus, Mengapa Masih Ada Karma Wasana di Kehidupan Sekarang?

Mengapa Rejeki Tak Sesuai Harapan?

Jika Tuhan Maha Pengampun, Mengapa Orang Berbuat Buruk Tetap Dihukum?